• Breaking News

    PERHIMPUNAN PENJELAJAH ALAM BENCANA DAN KONSERVASI GENERASI RIMBA ALAM SEMESTA (GRAS) SOSIALISASI MITIGASI KONFLIK HARIMAU SUMATERA DI SIBOLANGIT


    EXPLORE VIPHO GRAS -  Harimau sumatra adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatera, dan merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di taman-taman nasional. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.
    Penghancuran habitat merupakan ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau sumatra terbunuh antara tahun 1998 dan 2000. Pada tahun 2017, Satuan Tugas Klasifikasi Kucing dari Cat Specialist Group merevisi taksonomi kucing sehingga populasi harimau yang hidup dan punah di Indonesia sekarang digolongkan sebagai P.t Sibolangit, 9 Agustus 2019.
    Masih belum lepas dalam ingatan kita peristiwa kemunculan Harimau Sumatera beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 12-18 April di Desa Durin Serugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Dan untuk memberikan edukasi serta penyadaran kepada masyarakat, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan lembaga mitra kerjasama WCS-IP, GRAS dan YPKSI melaksanakan kegiatan Sosialisasi Mitigasi Konflik Satwa Harimau Sumatera, yang dilaksanakan pada Jumat, 9 Agustus 2019 di Desa Durin Serugun.
    Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diwakili Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Mitigasi Konflik Harimau Sumatera dimaksudkan untuk mengetahui, mengantisipasi dan mempersiapkan serta mengatasi jika gangguan atau konflik terjadi, khususnya dengan Harimau Sumatera.
    Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri 30 orang peserta, terdiri dari masyarakat, Kepala Desa bersama aparat desa, Kepala Resort CA/TWA Sibolangit, staf Balai Pengelola UPT Tahura Bukit Barisan, Muspika Kecamatan Sibolangit, Kader Konservasi dan PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
    Sedangkan yang bertindak sebagai narasumber, masing-masing : Fitri Noor CH., S.Hut., MP., PEH pada Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan menyajikan materi Kebijakan dan Peranan Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dalam Implementasi Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera, Paul S. Pinem, Plt. Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan KSDA Balai Pengelola UPT Tahura Bukit Barisan dengan materi Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Hutan Raya Bukit Barisan, serta Afrizal M. Alfarizi dari WCS-IP menyajikan meteri Upaya Hidup Berdampingan Dengan Harimau Sumatera.

    Acara yang merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2019 Balai Besar KSDA Sumatera Utara, mendapat sambutan dan respon yang positif baik dari Kepala Desa Durin Serugun, Ngamanken Ginting, maupun Camat Kecamatan Sibolangit, Febri Gurusinga, yang dalam arahannya menghimbau kepada masyarakat agar ikut berperan dalam menjaga kelestarian Harimau Sumatera  dengan tidak menggangu hutan sebagai habitatnya.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728